Beberapa kebijakan yang bersifat sektoral seperti pertukaran data sedikit banyak menunjukkan kondisi IT negara dan belum optimal terotomisasinya kerja-kerja pemerintah. Padahal, IT dapat mendorong efektif dan efisien sebuah jejaring kerja. Pemerintah Jokowi telah memulai dengan e-gov dengan adanya master plan. Tapi mengapa kebijakan masih sektoral? Ambil contoh kebijakan inpres no 9 tahun 2015 yang mengharuskan data program diserahkan ke kominfo dari K/L/D/I. Begitupun contoh di kementerian lain. 

Tahapan menuju big data analysis adalah mulai dari pertukaran data, master data manajemen, dan big data. Tahapan ini bisa terealisasi bila ada Hub government yakni keterhubungan seluruh data center pemerintahan ke dalam sebuah hub. Tata kelola ini membutuhkan sebuah badan khusus. Kajian ini telah lama terjadi di bahas namun masih maju mundur. Ada prinsip minimal dua aliran, pertama mendukung otomisasi data dan kedua keamanan informasi. 

Semakin tinggi teknologi data maka resiko akan semakin besar. Tidak tertutup pada data-data pemerintah. Namun, bila tidak ada hub government akan terjadi perlambatan kinerja dan keputusan. Ini kembali pada bagaimana Negara mau melangkah melalui pemerintah. Melangkah beresiko dan diam lebih beresiko. IT memberikan obat sekaligus racun. Belum lagi berbicara dashboard gov seperti pelayanan satu pintu, inovasi pelayanan publik, dan e-gov lainnya.

Selama teknologi masih adaptasi dan menjadi folower maka resiko tetap tinggi. Namun, industri membutuhkan otomisasi sama hal dengan pemerintahan. Perkembangan IT yang mendorong perubahan cara kerja, paradigma, dan selera. Terlepas dari itu semua apakah sudah ada atau belum kembali pada pengguna teknologi tersebut. Apakah mau berbagi informasi pribadi di medsos atau cukup menampilkan kata-kata positif tidak merusak. Maju ICT Indonesia. Indonesia Jaya selalu. 
Tantangan zaman menuntut perubahan cepat. Tidak luput bagi sebuah organisasi besar seperti Negara. Bak sebuah kapal yang mengarungi samudra, jelas arah dan hadapi gelombang ombak dan cuaca. Kreatifitas kapten kapal menentukan kapal karam atau berlabuh. Suatu kisah tentang kejayaan islam di era Nabi Muhammad, jelas bagaimana kapal dikemudikan dan bagaimana segenap awak kapal mencapai tujuan. Hal yang tidak bisa dipisahkan antara pemimpin dan masyarakatnya.
Sistem ekonomi dunia ibarat cuaca ekstrim di lautan. Arah angin, badai, ombak besar, dan berbagai hal bisa menenggelamkan kapal. Negara yang butuh kestabilan ekonomi dan keuangan. Negara yang mempertahankan dan meningkatkan pertumbuhan. Negara yang bisa inovatif, kreatif, dan berdaya saing serta produktif.

Analogi peredaran darah dari ke jantung cukup menjadi sebuah spirit. Bangsa yang bisa memastikan peredaran uang di dalam dan luar negeri. Bangsa yang mampu menjaga industri dan sektor riil. Bangsa yang dapat lepas dari kanker dan gangguan organ jantung. Hal tersebut menjadi cermin bagi Indonesia dewasa ini. Semakin banyak tantangan maka semakin gigih daya juang. Bersatunya etintas bangsa menghadapi tantangan dan kesempatan ciri menjadi negara kuat dan mandiri. Tengok sebuah daerah tertinggal, terpencil, dan jauh dari peradaban kota. Mereka tumbuh dan besar dengan kesederhanaan dan tetap tersenyum. Modal sebagai bangsa inilah perlu dijaga, bagaimana budaya dan semangat gotong royong serta kekeluargaan menjadi sebuah jalan bagi perubahan besar.

Kerja nyata mulai dari diri sendiri

Presiden Jokowi telah mencontohkan bagaimana dalam mengatur Republik ini. Sikap visioner dan mau berubah terlihat dari berbagai program dan kebijakan. Ambil contoh infrastruktur, kebijakan menengah jangka panjang ini bisa mendorong industri dan ekonomi. Negara memfasilitasi kegiatan bisnis dan ekonomi. Bila lihat komitmen Presiden tentang pemerataan bahwa tidak lagi mazab jawa sentris tetapi indonesia sentris artinya semua daerah merupakan bagian Indonesia yang harus ditingkatkan baik ekonomi, bisnis, dan kesejahteraannya.

Sebagai bagian dari bangsa besar sudah sepatutnya bersyukur dengan mengerjakan hal-hal besar bagi kemajuan Negeri. Inovasi dari sekitar mulai dilakukan berupa perbaikan-perbaikan. Bukankah perubahan itu perlu dilaksanakan. Tidak diam atau mungkin mundur teratur. Jelas sekali bahwa kondisi belum bersahabat namun jangan pantang menyerah dengan terus berusaha kerja nyata menghadirkan perubahan. Kontribusi kecil yang menggunung berdampak pada besarnya manfaat bagi kalangan luas.

Bila sudah merdeka dalam berkontribusi artinya rajutan kerja nyata hasil bersatu bisa bikin Indonesia mencapai tujuan. Indonesia butuh masyarakatnya untuk terus berkiprah dan kerja nyata. Baiknya masyarakat menentuka wajah Indonesia ke depan. Generasi kerja nyata adalah generasi yang terus bergerak melawan penjajahan dan ketidakadilan. Generasi yang gemar bersatu dan menunjukkan hasil kerja nyata. Generasi yang tidak puas dengan keberhasilan dan terus produksi tiada henti. Generasi yang menolak iklim yang tidak kondusif. Seperti paskibra yang berbaris-baris dengan kompak dan bersatu.

Indonesia bersatu tidak bisa dikalahkan. Kerja nyata untuk Indonesia baik. Dirgahayu Republik Indonesia. Cintai produk dalam Negeri. Indonesia Jaya selalu.
Terpaku ingatan soal krisis ekonomi yang merupakan pelajaran penting bagi perjalanan ekonomi bangsa. Krisis ekonomi bisa dilewati dengan "tegar" seolah Indonesia tidak berdampak signifikan. Apalagi ditopang sektor riil yang terus bekerja. Kerja nyata tahun 2016 sedikit banyak menjadi politik anggaran pemerintah. Pengutamaan infrastruktur sebagai pondasi peningkatan industri dan ekonomi. Memang tidak semua berdampak langsung tapi pemerataan infrastruktur sebagai modal kekuatan ekonomi.

Dalam konteks Negara sudah tidak asing mengenal kata pajak. Pengampunan pajak merupakan bagian dari kepatuhan terhadap kebijakan pemimpin dan merupakan sebuah ajakan untuk membangun Negeri. Dahulu, pada saat jaman Nabi Muhammad, pajak hanya dikenakan bagi kaum non muslim sebagai bentuk perlindungan. Mayoritas masyarakat Indonesia dewasa ini sudah menjadi wajib pajak. Pendek kata, pengampunan pajak merupakan sebuah spirit bagi warga negara dalam NKRI untuk bersama-sama membangun Negeri. Mengapa demikian, sebuah negara menjadi maju bukan karena keberhasilan pemerintahan tetapi gerakan masyarakatnya yang mau merubah keadaan menjadi lebih kondusif, damai, dan bahagia.